tempat berbagi informasi seputar dunia teknologi

Dukung Pemerintah Indonesia Untuk Menurunkan Tarif Layanan Blackberry dan Meningkatkan Kualitas Jaringan Blackberry


Mendekati akhir tahun 2011 ini kabar yang cukup menjadi sorotan para pengguna smartphone di Indonesia khususnya pengguna BB mengenai "Ancaman pemblokiran layanan BIS dan BBM" sangat meresahkan BB user di Indonesia..
Tapi tunggu dulu sobat, saya yakin sebenarnya di balik itu semua adalah untuk kebaikan kita sendiri sebagai user BB di Indonesia.. "Lho koq bisa gt? lo bukan BB user pasti!!" emank bener gw ga pake BB..
Alasan saya bisa menganggap itu untuk kebaikan buat BB user bukan supaya BB user berpindah ke HP laen, tapi dengan
peraturan pemerintah yang mengharuskan RIM selaku Produsen Blackberry dan penyedia layanan BIS + BBM untuk membangun data server di Indonesia itu akan membuat tarif layanan BIS dapat di tekan dan kualitas internet BB tidak lemot.. Bayangkan saat ini kita untuk ber-BBMan, pesan kita harus terkirim ke server RIM yang jauh di deket kutub utara kemudian di salurkan ke perangkat BB lawan bicara / BBM kita.. Coba kalau ada data server di Indonesia, kan penyaluran data / text bisa lebih cepatkan dan juga biaya untuk layanan bisa di tekan oleh operator lokal karena tidak perlu bandwith yang terlalu besar..



BlackBerry Diancam Dipasung
'RIM Santai karena Merasa di Atas Angin'


Jakarta - Research In Motion (RIM) dinilai memiliki daya tawar yang kuat di Indonesia. Yakni dari sisi pengguna BlackBerry Tanah Air yang membludak. Jadi jika ada ancaman sanksi yang menghadang, vendor asal Kanada itu pun bisa santai.

"Mereka santai saja, karena merasa di atas angin," tukas Heru Sutadi, anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) kepada detikINET, Senin (12/12/2011).

"Sebab mereka tahu, yang akan protes adalah pengguna BlackBerry jika BlackBerry cuma dijadikan ponsel (dengan dimatikan layanan BlackBerry Internet Servicenya-red.)," lanjutnya.

Dibandingkan anggota BRTI lainnya, Heru memang yang paling lantang dalam menuntut komitmen RIM kepada Indonesia. Bahkan lantaran kesabaran regulator hampir habis, ancaman penyegelan layanan BlackBerry Internet Services (BIS) dan BlackBerry Messenger (BBM) pun disuarakan.

Penyegelan dua layanan terpenting di BlackBerry itu bisa saja terjadi jika rekomendasi dari BRTI dieksekusi oleh Menkominfo Tifatul Sembiring.

"Jika RIM tidak mau memenuhi ya tidak apa-apa, kita jadikan BlackBerry seperti ponsel biasa saja seperti yang lainnya," ancam Heru.

Meski demikian, Ia pun meminta pengertian dari masyarakat terhadap upaya yang sedang dilakukan pemerintah. "Sebab semuanya juga untuk masyarakat. Tarif lebih murah, BlackBerry tidak lemot dan jaminan keamanan informasi yang dikirimkan lewat BlackBerry," imbuhnya.

Adapun tuntutan utama yang dikumandangkan pemerintah adalah terkait pembangunan server di Indonesia. Untuk permintaan ini, Heru sedari awal menilai RIM memang tidak berniat menyanggupinya. Hingga akhirnya muncul kabar yang menyebut produsen BlackBerry itu telah membangun regional network aggregator di Singapura.

Fasilitas layanan purna jual, akses penyadapan (lawful interception), dan filtering pornografi menjadi tuntutan lainnya yang diklaim RIM sudah dijalankan.

"Kalau repair facility center, itu sudah kewajiban layanan purna jual pada masyarakat. Dan apakah RIM sendiri yang bangun, ini kan juga perlu dipertanyakan. Sebab informasi yang didapat, yang bangun repair facility center itu ya partner lokal atau operator, bukan RIM," sesal Heru.

Dari sini BRTI menilai, RIM sadar Indonesia adalah pasar yang besar, namun sayangnya kurang dihargai. "Uang yang didapat dari negara ini juga besar, masak kontribusi server yang juga untuk kepentingan pasar mereka ke depan tidak mau," pungkasnya.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/12/192757/1789426/328/rim-santai-karena-merasa-di-atas-angin?i991102105



Tak Cuma Indonesia yang Kecewa BlackBerry

Jakarta - Indonesia dinilai bukan satu-satunya negara yang kecewa dengan sikap tertutup BlackBerry soal data center. Beberapa negara lain juga merasakan hal yang sama.

"Ini bukan cuma concern Indonesia saja. Negara lain seperti Inggris, negara-negara di timur tengah, juga punya kekhawatiran yang sama," tukas Anggota Komite BRTI Heru Sutadi pada detikINET, Sabtu (10/12/2011).

Sejumlah negara khawatir, sikap Research in Motion (RIM) yang tertutup membuka akses ke data center-nya, dan enggan membangun data center dan server di tiap negara penggunanya, menimbulkan kecurigaan.

"Informasi jika diproses di Kanada, kita tidak tahu data akan diapakan. Siapa yang bisa menjamin kerahasiaan data kita, misalnya saja yang umum-umum seperti di email, Facebook, maupun Twitter," keluh Heru.

RIM juga dinilai sangat sadar akan potensi besar Indonesia sebagai pasar BlackBerry. Namun sayangnya, Indonesia kurang dihargai. Itu yang bikin BRTI kecewa berat.

"Ya, kita juga tidak mau Indonesia cuma dijadikan pasar. Padahal, uang yang didapat dari negara ini juga besar, masak kontribusi server yang juga untuk kepentingan pasar mereka ke depan tidak mau," sesalnya.

Seperti diketahui, saat ini pengguna BlackBerry dari seluruh operator yang menjadi mitranya, seperti Telkomsel, Indosat, XL, Tri, Axis, Bakrie, dan Smartfren, telah berkisar 10 juta pelanggan.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/10/181447/1788010/328/tak-cuma-indonesia-yang-kecewa-blackberry


Satu hal tentang Blackberry


Saya menggunakan Blackberry sejak tahun 2007, ketika BB belum begitu dikenal orang di Indonesia. Ketika saya pulang ke Indonesia pada 2009 akhir, saya cukup terkejut ketika semua orang yang saya kenal punya BB, dan menanyakan pin BB saya. Kalau di seluruh dunia dilanda iPhone, Indonesia takluk pada Blackberry, produk RIM dari Kanada. Bahkan Indonesia adalah pengguna BB ke-3 terbesar di dunia setelah AS, dan Kanada.

Adalah hal yang sangat wajar ketika kita berharap RIM membuka pabrik pembuatan BB di Indonesia, bukan saja mendekati market raksasa ini, tapi juga menunjukkan komitmen investasi jangka panjang RIM (dan Blackberry-nya) terhadap Indonesia, konsumen yang telah menjaga Blackberry tetap mengapung di tengah serbuan Apple and Android.

Namun, seorang kapitalis sejati memang hanya mencari untung, dan mencari enaknya. RIM ternyata lebih memilih Penang, Malaysia sebagai tempat pembuatan handset BB. Bukan itu saja, RIM membangun network aggregator di Singapura. Keduanya tentu untuk mengunduh buah yang ranum siap panen, yang bernama Indonesia. Mudahnya adalah..RIM sebagai sebuah entitas kapitalis, memanen ladang bernama Indonesia, dengan bibit dan pekerja dari luar, dan hasil keuntungannya dinikmati di luar.

Apa bedanya dengan penjajah Belanda dulu? Sulit membedakannya...

Sumber
http://berita.plasa.msn.com/nasional/gnfi/article.aspx?cp-documentid=5650795




Tanpa Server Lokal, BlackBerry Bisa MakinLemot


Jakarta - Dari sudut pandang operator, mangkirnya Research in Motion (RIM) dari janji pembangunan server lokal bisa mengakibatkan kian leletnya layanan BlackBerry yang kini telah digunakan oleh 10 juta pelanggan di Indonesia.

Menurut Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Dian Siswarini, dengan tak dibangunnya server lokal di Indonesia, kondisi yang dialami pelanggan BlackBerry tak akan mengalami kemajuan.

"Ya akan tetap seperti yang sekarang kita alami, semua trafik harus dibawa dulu ke RIM di Kanada karena servernya ada di sana," ujar Dian kepada detikINET, Jumat (9/12/2011).

Perlu diketahui, setiap akses komunikasi data yang dilakukan pelanggan BlackBerry harus terlebih dulu disalurkan operator ke server BlackBerry yang ada di Kanada melalui koneksi internasional.

"Dengan tranport link yang sangat jauh dan terdiri dari banyak hops, kemungkinan terjadi packet loss lebih besar. Hal ini yang berpengaruh ke urusan lemot," jelas Dian lebih lanjut.

Dengan adanya server lokal setara network aggregator, birokrasi jaringan itu seharusnya bisa dipangkas. Sehingga operator cukup menyediakan trafik pengiriman data ke titik regional saja. Jelas, ini bisa menghemat biaya yang sangat besar sehingga tarif yang diterima pelanggan pun bisa ikut turun.

Namun sayangnya, harapan itu masih jauh dari kenyataaan. Layanan BlackBerry yang diselenggarakan Telkomsel, Indosat, XL, Axis, Tri, Smartfren, dan Bakrie, tak akan banyak mengalami perbaikan, kecuali jika mereka mau jor-joran dengan terus-terusan bangun akses ke mitra jaringan yang ditunjuk RIM.

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2011/12/09/165223/1787439/328/tanpa-server-lokal-blackberry-bisa-makin-lemot

Bayangkan bro, kita sebagai masyarakat Indonesia dah di remehkan dan tidak di hargai oleh bangsa asing.. Saya tau di warga Indonesia terdiri dari beberapa macam etnis, ga peduli lah etnis A,B,C.... Kita tinggal di Indonesia dan menjadi warga Indonesia dah sepatutnya kita memiliki ketegasan juga agar bangsa Indonesia tidak diremehkan oleh bangsa asing, emank kita warga Indonesia mayoritas adalah user gadget / smartphone semua (Tapi kita user yang memiliki intelektualitas tinggi dan tidak kalah jauh oleh mereka)

Semoga artikel ini dapat menambah dan membuka lebar wawasan kita semua...
Salam Damai Sejahtera....

No comments:

Post a Comment

1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Berdiskusilah dengan bijak.
3. Dilarang SPAM.
4. Dilarang SARA.
5. Dilarang menuliskan tautan link.

Featured Post

Biaya Transaksi di Beberapa Dompet Digital OVO, DANA, dan DOKU

Pada zaman sekarang pasti kita semua sudah pernah mendengar nama dari beberapa perusahaan finansial seperti OVO, DANA, dan Doku. Mereka sem...