tempat berbagi informasi seputar dunia teknologi

Penjual Akun dan Jasa Fake Order Marketplace Lokal Indonesia


Penjual Akun dan Jasa Fake Order Marketplace Lokal Indonesia

Tren jual beli di marketplace online atau bisa juga diartikan sebagai pasar online saat ini sudah semakin pesat pertumbuhannya mulai dari jumlah pedagang hingga pembeli. Seiring bertambahnya masyarakat yang menggunakan layanan jual beli online tentu itu akan menimbulkan tingkat persaingan yang ketat pula khususnya untuk para pedagangnya.

Berbagai cara dan trik akan dilakukan untuk bisa bersaing di marketplace, entah itu cara bersih atau bahkan sebaliknya jalan pintas lain yang melanggar peraturan.

Pada artikel ini yang akan saya informasikan adalah bagian cara buruk dan tidak rekomendasi digunakan.

Beberapa informasi di bawah ini sudah saya sertakan juga screenshot baik itu dari sisi pembeli dan penjual / penyedia jasa, tentunya dengan beberapa sensor pada bagian tulisan yang tidak perlu ditampilkan.

Cari Akun Buyer Bukalapak

Cari Akun Buyer Bukalapak
Fakta pertama yang cukup mengejutkan, ternyata ada juga orang yang membutuhkan akun sebanyak itu hingga 300 biji akun dan lebih bagusnya ada penjual yang bisa menyediakan / memberikan akun untuk marketplace Bukalapak sebanyak 300 akun.

Kira - kira untuk apa akun sebanyak itu?
Kalau untuk dijual lagi saya rasa mungkin apalagi kalau itu sebatas akun terdaftar yang belum verifikasi KTP dan nomor handphone.

Apakah digunakan untuk berjualan?
Mungkin bisa jadi untuk berjualan khususnya mereka yang bermain sebagai dropshipper dan menjalankan perintah mentornya untuk menyerbu marketplace menggunakan sejumlah akun.

Apakah dengan menggunakan banyak akun untuk berjualan bisa mendapatkan jaminan yang optimal dalam hal penjualan?
Singkat kata menurut pemahaman dan pengalaman saya sendiri berjualan di marketplace maka jawabannya adalah TIDAK.

Kalau 1 buah toko saja belum bisa membuatnya menjadi ramai orderan dan membuat jam operasional menjadi padat, untuk apa membuat toko baru lagi yang jelas - jelas tidak membuahkan solusi.

Berbagi Ilmu Trik Menggunakan Fake Order

Berbagi Ilmu Trick Menggunakan Fake Order
Fakta kedua ada sesi berbagi ilmu, tapi ini bisa dibilang adalah ilmu untuk mengelabui sistem marketplace yang tujuan akhirnya juga untuk menipu calon pembeli.

Aksi penipuan disini bukan berarti seperti beli barang kemudian tidak dikirim atau membawa lari uangnya ya, secara transaksi jual beli dilakukan melalui sistem marketplace.

Maksud aksi penipuan disini adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan reputasi secara fiktif, mengapa demikian?

Calon pembeli melihat jumlah transaksi dan ulasan atau review produk untuk menganalisa kredibilitas dari penjual produk itu, nah bisa dibayangkan ya kalau informasi yang dilihat itu adalah fiktif.

Singkat saja orderan fiktif atau fake order adalah aksi yang dilakukan untuk meningkatkan reputasi toko dan membuat ulasan setiap produk dengan cara melakukan transaksi di toko sendiri menggunakan akun lain atau dari penyedia jasa pembuatan order fiktif.

Order fiktif bukanlah order dari pembeli asli yang datang dan melakukan transaksi untuk membeli barang tersebut secara nyata.

Menurut saya pribadi ini order fiktif memiliki unsur penipuan, entah bagaimana menurut anda?

Silahkan lakukan riset mengenai pemilihan penjual di sebuah marketplace yang dimana ada penjualan fake order dan penjual real order, mana yang akan di pilih oleh calon pembeli.

Ide ini mungkin terdengar konyol bagi mereka yang sudah tahu memilih penjual yang mana, tapi realita masih banyak calon pembeli yang belum menyadari akan hal ini.

Kalau betul bisa memberikan pelayanan yang baik dan produk sesuai deskripsi, tinggal pelajari teknik beriklan yang tepat dan legal daripada menggunakan order fiktif demi pencitraan sesaat.

Jual Akun Shopee Star Seller

Jual Akun Shopee Star Seller
Fakta ketiga selain order fiktif ada juga cara lain yang di cari oleh mereka pemula bisnis dropship di Indonesia ini yaitu mencari akun yang sudah memiliki reputasi.

Metode ini bisa digunakan sebagai alternatif bagi mereka yang ingin lebih cepat menggunakan aura pencitraan tokonya, daripada proses pembuatan fake order.

Mungkin jual beli akun toko bereputasi ini masih lebih aman khususnya bagi sisi pembeli akun, pasalnya tida perlu lagi melalui proses pembuatan order fiktif yang sangat beresiko terkena blokir atau suspend akun oleh sistem.

TAPI kembali lagi history dari akun toko reputasinya ini murni dari pembeli atau dari hasil pembuatan FO (Fake order), karena kalau dari hasil transaksi fiktif ya hasilnya sama saja dengan metode fake order hanya saja ini sudah jadi reputasi tokonya.

Sebaliknya kalau murni dari order pembeli non fiktif, umumnya patokan harga jual akun toko reputasi tersebut pasti bisa tinggi bahkan bisa sampai jutaan ibarat jual nama toko.

Apakah membeli akun toko bereputasi ini termasuk worth it?
Bagi anda yang penasaran dan ingin MENCOBA jalan pintas berjualan di marketplace lokal, mungkin metode pembelian akun toko bereputasi ini masih lebih aman untuk di cari tahu.

Namun bagi saya pribadi tetap tidak setuju menggunakan akun toko bereputasi, walaupun reputasi tersebut murni bukan dari order fiktif.

Pasalnya proses pembuatan akun tersebut akan melibatkan beberapa data seperti email, nomor handphone dan KTP milik seseorang.

Sebagian besar sistem di marketplace bisa menyediakan menu perubahan data diri untuk nomor handphone dan email (Tidak semua marketplace), sedangkan untuk perubahan KTP sampai saat ini yang saya tahu belum ada yang bisa merubahnya.

Data pribadi seperti itu sepertinya sepele apabila pada saat tidak diperlukan, namun suatu ketika jika diperlukan proses verifikasi atau pencocokan data maka bisa menjadi masalah yang serius tentunya dan ini yang kebanyakan tidak dijelaskan saat melakukan jual beli akun toko marketplace.

Jasa Fake Order Shopee

Jasa Fake Order Shopee
Fakta keempat tidak berbeda jauh dengan fakta yang di atas, kalau ini informasi mengenai jasa pembuatan order fiktif.

Koq bisa fiktif? Itu di tulisan dari screenshot tulisannya "real order"?
Logikanya kalau betul itu real order dari pembeli yang nyata, apakah mungkin bisa di atur jumlah orderannya atau bahkan menggenapkan jumlah transaksinya? TENTU mendapatkan jumlah order genap seperti itu adalah hal yang mustahil.

Walaupun penyedia jasa tersebut terlihat kredibel dan berani berkata itu adalah real order, silahkan coba untuk berpikir sejenak mengenai bisa atau tidak kalau transaksi murni alami dari pembeli yang tidak dikenal tersebut jumlahnya bisa di genapin.

Apalagi kalau penawaran pembuatan order tersebut bisa ditujukan ke akun milik kita, seperti penyedia suntik follower dan penambah like.

Maka sudah pasti itu ada proses rekayasa yang sedemikian rupa seolah - olah seperti orderan alami, padahal juga tetap saja itu termasuk fiktif.

Wajib berhati - hati kegiatan untuk mengelabui sistem demi mendapatkan reputasi atau orderan palsu dapat beresiko terblokirnya akun oleh sistem marketplace.

Sistem keamanan yang ada di marketplace bukan sengaja dibuat untuk terlihat kejam, hal tersebut digunakan untuk menjaga ekosistem kegiatan jual beli di dalam marketplace itu sendiri agar terhindar dari aksi penipuan di dunia online.

Cari KTP Pembuatan Akun Shopee

Cari KTP Pembuatan Akun Shopee
Fakta kelima ini yang menurut saya pribadi cukup berbahaya, bisa tergolong pencurian data pribadi yang beresiko bisa berurusan dengan pihak berwenang yaitu kepolisian.

Kita masing - masing pasti bisa membayangkan seperti apa motif pencurian data diri tersebut, mereka yang menjual data diri khususnya KTP beserta NIK itu memanfaatkan ketidaktahuan sebagian besar masyarakat tentang pentingnya menjaga data diri mereka.

Entah pemilik identitas tersebuh diberi uang atau hanya sebatas iming - iming semata dari para pencuri data, hal ini masih belum bisa dipastikan.

Tapi bagi saya sendiri alangkah baiknya kalau bisa memberitahukan mengenai pentingnya menjaga data diri daripada malah memanfaatkan keterbatasan pengetahuan mereka untuk keuntungan pribadi dari jual beli data.

Pencurian data tidak selalu berkaitan dengan kartu kredit atau sejenisnya.

Informasi personal dan NIK yang ada di KTP juga bisa diperjualbelikan dan salah satu contoh nyatanya mereka para pencuri menggunakan data diri anda untuk dibuatkan sebuah akun yang pemiliknya tidak tahu sama sekali.

Bayangkan sendiri hari ini data diri anda di curi dan digunakan untuk membuat akun marketplace A, kemudian tepat hari esoknya anda ingin membuka akun pribadi di sebuah marketplace A tebak apa yang akan terjadi? IYA data KTP dan NIK anda tidak bisa digunakan lagi, karena sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh pencuri data.

Mungkin saja masih bisa digunakan untuk mendaftar di marketplace lain atau bisa juga ada marketplace yang mau menerima data diri KTP NIK ganda, maksudnya pendaftaran beberapa akun mengguanakan 1 KTP.

Namun hal tersebut cukup menggangu hak anda bukan? Seharusnya anda bisa dengan mudah menyelesaikan urusan administrasi pendaftaran akun, malah terhambat karena informasi KTP NIK sudah digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Setelah saya bagikan sedikit cerita mengenai keamanan data diri, apakah anda rela informasi seperti KTP, NIK, dan bahkan KK anda digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab? BETUL anda tidak langsung mengalami kerugian besar seperti uang hilang atau aset hilang, tapi sedikit banyak hal tersebut akan menimbulkan masalah saat anda menyelesaikan urusan administrasi data diri di dunia online.

Kesimpulan

Semakin hari batas privasi setiap pribadi semakin tipis, entah hal tersebut atas keinginan diri sendiri dengan melakukan publikasi atau tanpa sepengetahuan pemilik data dengan kata lain menjadi korban aksi pencurian data diri.

Mereka para pencuri melakukan aksinya tidak selalu secara offline tatap muka, jusru kebanyakan para korban jatuh kedalam jebakan yang ada di dunia online seperti tertipu dari tampilan halaman situs phising dan sejenisnya.

Cara untuk menghindari jebakan atau penipuan untuk tujuan penurian data sebetulnya cukup mudah, yaitu jangan terlalu percaya dan mudah menyerahkan informasi pribadi seperti KTP dan KK kepada orang yang tidak dikenal atau mengisi data diri di sebuah situs asing yang kita tidak tahu.

Layaknya pencuri pada umumnya, maling data dari dunia online atau offline pasti akan menggunakan berbagai cara untuk mengelabui calon korban agar dengan mudah memberikan informasi data personalnya.

Jadi kita sendiri wajib waspada serta berhati - hati dengan oknum yang meminta informasi data diri kita, entah dari tatap muka secara langsung dan dunia online.

Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan berguna bagi kita semua yang kebetulan baru mengetahuinya.

Terima kasih

Artikel ini ditulis oleh : Techrevolution90

No comments:

Post a Comment

1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Berdiskusilah dengan bijak.
3. Dilarang SPAM.
4. Dilarang SARA.
5. Dilarang menuliskan tautan link.

Featured Post

Biaya Transaksi di Beberapa Dompet Digital OVO, DANA, dan DOKU

Pada zaman sekarang pasti kita semua sudah pernah mendengar nama dari beberapa perusahaan finansial seperti OVO, DANA, dan Doku. Mereka sem...