tempat berbagi informasi seputar dunia teknologi

Update Pembaruan Informasi Biaya 3% Layanan Super Seller Bukalapak


Update Pembaruan Informasi Biaya 3% Layanan Super Seller Bukalapak

Belum lama ini Bukalapak sudah memberikan perubahan fee layanan Super Seller untuk para pelapak. Sebelumnya biaya layanan tersebut dikenakan sebesar 1% dari total nilai barang yang terjual saja, tidak termasuk ongkos kirim dan asuransi pengiriman. Mulai Oktober 2019 hingga November 2019 Bukalapak sudah menaikkan dari 1% menjadi 3% dari total nilai barang yang terjual.

Saya sudah menjelaskan dasar hitungan dari pemotongan biaya layanan premium di Bukalapak, apabila anda belum memahaminya silahkan baca artikelnya di sini Biaya Layanan Super Seller Bukalapak.

Apakah kenaikan biaya layanan ini termasuk kabar buruk?
Menurut saya sich masih termasuk kabar baik dan logis (masuk akal), pasalnya tidak mungkin sebuah perusahaan besar seperti Bukalapak akan sanggup memberikan subsidi gratis ongkir terus - menerus tanpa ada pemasukan tambahan.

Pendapat singkat yang saya tulis di atas ini masih salah satu saja lho, masih ada hal lain yang membutuhkan biaya.

Jadi saya harap kita semua khususnya para pelapak jangan langsung beranggapan negatif terhadap perusahaan marketplace lokal Indonesia ini akan peraturan biaya layanannya yang naik.

Kenaikan fee 3% tersebut hanya dikhususkan untuk beberapa kategori spesifik seperti
  • Olahraga
  • Motor
  • Mobil, Part, dan Aksesoris
  • Sepeda
  • Industrial
  • Rumah Tangga

Sedangkan untuk kategori umum atau kategori lainnya, Bukalapak masih memberikan fee 1% untuk pelapak yang menggunakan layanan Super Seller.

Coba perhatikan tampilan screenshot tabel informasi fee layanannya
Daftar Perubahan Biaya Fee Layanan Bukalapak Super Seller 2019

Tabel di atas menunjukkan ada dua kali perubahan fee, pertama pada tanggal 1 Oktober 2019 dan yang kedua pada 18 November 2019.

Informasi ini saya screenshot pada tanggal 13 Desember 2019 dari sumber tanya jawab Program Super Seller.

Bukti Rincian Pemotongan Biaya Super Seller

Bagi kita yang mungkin baru pertama kali atau mau memulai mencoba layanan ini, tidak perlu bingung mengenai fee layanannya.

Informasi pemotongan biaya akan tetap terlampir di arus keluar masuk saldo Bukalapak, kita bisa memantaunya dan melakukan pengecekan setiap ada transaksi yang selesai.

Kebetulan saya juga adalah seller di Bukalapak dan menggunakan layanan Super Seller, berikut bukti rincian pemotongan biaya untuk kategori khusus yaitu 3% dan kategori lainnya sebesar 1%.
Bukti Screenshot Pemotongan Biaya Super Seller Bukalapak

Bisa dilihat detil perincian pemotongan biaya layanan Super Seller di tampilkan lengkap dengan nomor / invoice transaksi penjualan.

Koq ada yang 1% dan 3%?
Sesuai dengan aturan yang berlaku, kebetulan invoice penjualan yang terkena biaya layanan 1% itu adalah penjualan produk yang bukan kategori khusus (Selain 6 kategori di atas).

Pelapak Bisa Berhenti Apabila Keberatan Biaya Layanan Super Seller

Bisa Berhenti dari Layanan Super Seller Bukalapak

Kalau dengan besarnya biaya layanan seperti itu cukup memberatkan kita sebagai penjual, tenang saja kita masih memiliki hak untuk menonaktifkan fitur Super Seller itu.

Ada tulisan "Berhenti jadi Super Seller" yang bisa di klik untuk menonaktifkan fitur tersebut, kita bisa mencarinya di halaman ini Dashboard Super Seller.

Setelah layanan berhenti maka transaksi yang masuk setelahnya tidak akan terkena pemotongan biaya.

Konsekuensinya kita tidak akan mendapatkan badge Super Seller, akses pemantauan kata kunci pasar tertutup dan tidak bisa membuat voucher promosi lapak.

Kesimpulan

Apakah anda (Pelapak) merasa bimbang akan menggunakan layanan Super Seller atau tidak?

Menurut saya kebimbangan tersebut adalah hal yang wajar, mengingat jualan di marketplace sudah ikut masuk ke dalam area Price War antar pedagang yang kebetulan menjual produk serupa dan masih ada biaya yang diperlukan lagi untuk menggunakan layanan premium dari Bukalapak.

Menonaktifkan Super Seller akan bisa mengurangi kesempatan mendatangkan calon pembeli yang akhirnya bisa beresiko kalah saing dengan pesaing, sebaliknya kalau menggunakan fasilitas premium konsekuensi terkena biaya layanan setiap orderan penjualan selesai.

Semua ada kelebihan dan kekurangan pada setiap situasi kondisi tersebut, kita sebagai pelapak wajib mengambil langkah maju ke depan.

Kalau saya pribadi memutuskan untuk tetap membuka channel penjualan online di marketplace Bukalapak dan menggunakan layanan Super Seller tersebut.

Cara paling mudah dan bisa terlihat oleh mata kita sendiri sebagai pedagang untuk bisa menaikkan margin keuntungan yaitu dengan efisiensi biaya operasional, anggaplah biaya yag dibutuhkan untuk layanan premium tersebut sebagai alokasi dana promosi.

Menutup saluran penjualan dari Bukalapak menurut saya bukan jalan terbaik untuk bisa bersaing di kompetisi pasar yang semakin ketat ini.

Semoga artikel ini dapat menambah informasi serta pandangan kita sebagai pelapak online untuk kedepannya.
Terima kasih

Artikel ini ditulis oleh : Techrevolution90

No comments:

Post a Comment

1. Berkomentarlah dengan sopan.
2. Berdiskusilah dengan bijak.
3. Dilarang SPAM.
4. Dilarang SARA.
5. Dilarang menuliskan tautan link.

Featured Post

Pentingnya Email dan Nomor Ponsel di Era Digital

Sebagian besar orang di zaman yang serba digital ini pasti sudah tahu apa itu email dan nomor ponsel. Tanpa perlu repot mencari definisinya,...